BRMP Kalteng Matangkan Pemahaman PM-AAS bagi Petani Maliku
PULANG PISAU – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah kembali menggelar sosialisasi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Maliku, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini diikuti penyuluh pertanian dan petani setempat sebagai upaya memperkuat kesiapan penerapan pertanian modern.
BRMP Kalteng menjelaskan bahwa PM-AAS diadopsi dari sistem pertanian di Arkansas, Amerika Serikat. Konsep tersebut pada dasarnya telah diterapkan petani Indonesia, namun memiliki perbedaan pada jarak tanam yang lebih rapat serta penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas.
Dipaparkan juga enam prinsip utama PM-AAS, yaitu tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya, mekanisasi pertanian, penerapan berbasis korporasi dalam skala luas, intensifikasi produksi, dan spesifik lokasi.
Selain itu, peserta mendapat penjelasan mengenai alur penerapan PM-AAS dari tanam hingga panen, termasuk komponen wajib berupa benih 70 kg/ha, pupuk urea 300 kg/ha, pupuk NPK 400 kg/ha, pupuk organik 1–2 ton/ha, serta silika 8 bungkus/ha.
Melalui sosialisasi ini, BRMP Kalteng berharap penyuluh dan petani memiliki pemahaman yang sama sehingga penerapan PM-AAS dapat berjalan optimal dalam mendukung peningkatan produktivitas dan swasembada pangan.